Kebutuhan akan mobil menjadi sesuatu yang primer. Akan tetapi kesulitan dana merupakan alasan utama untuk tidak membeli mobil baru. Maka membeli mobil bekas merupakan solusinya, karena dengan harga yang jauh lebih murah dari barunya kebutuhan akan transportasi dapat diatasi.
Membeli mobil bekas tentunya tidak seperti membeli mobil yang masih gres dan mulus juga mesin yang masih tokcer. Mobil bekas memiliki beberapa kelemahan dan harus teliti untuk membelinya. Berikut adalah hal hal yang harus diperhatikan dalam membeli mobil bekas.
Selain faktor mesin, eksterior dan interiornya yang wajib diperhatikan rupanya saat sesi pengetesan atau test drive juga wajib menjadi perhatian para konsumennya. Pasalnya saat sesi ini konsumen akan merasakan secara langsung kendaraan yang sebentar lagi akan dibelinya.
“Saat sesi pengetesan, harap perhatikan mobil saat berbelok, apakah posisi stier masih nyaman di belokan atau tidak. Selain itu rem dan gas juga menjadi sorotan utama karena hal ini dapat dijadikan sebuah tolak ukur kendaraan yang di test,” ucap Rizal selaku owner dari Shafira Motor di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
“Bila saat menekan gas atau rem terlalu dalam berarti ada yang tidak benar di sisi mesinya sehingga harus di service, atau juga piringan atau kamfpas rem sudah tidak bagus dan harus diganti yang tentunya membuat konsumen harus mengeluarkan uang lagi untuk membenahinya,” tutupnya.
Untuk itu, konsumen diharuskan harus lebih cermat lagi dalam memilih kendaraan yang ingin dibelinya, tak hanya melihat dari pandangan visual saja tapi juga harus merasakannya.