History Of Legendary - Nissan Silvia


Sejak booming-nya olahraga drifting di Tanah Air, nama Nissan Silvia memang seketika melejit bersamaan dengan bertumbuhnya olahraga adu keterampilan tesebut. Hal ini tak lain karena Silvia menggunakan S-Platform atau berpenggerak roda belakang. Kemunculan S-Platform bersamaan dengan konsep FR (Front Engine - Rear Wheel Drive) yang tujuan awalnya menghadirkan unsur fun-to-drive tanpa membuat harga mobil menjadi selangit.

Nissan Silvia memang sudah mengaspal sejak tahun 1965. Tetapi pada generasi awal ini belum memakai S-Platform. Barulah di generasi kedua yang muncul pada tahun 1975 hingga generasi terakhir tahun 2000-an menggunakan S-Platform. Generasi S-Platform, terutama Silvia S13 hingga Silvia S15 sangat populer di arena drifting hingga saat ini.

Nissan Silvia CSP311 (1965-1968)


Nissan Silvia CSP311 pertama kali diperkenalkan ke masyarakat pada saat gelaran Tokyo Motor Show di bulan September 1964, yang dikenal dengan nama Datsun Coupe 1500. Silvia CSP311 dibekali dengan R-series Engine 1.6L Twin SU Carburetors bertenaga 96 HP. Total produksi dari generasi ini hanya berjumlah 554 unit dan hanya dipasarkan di Jepang dan memberhentikan produksinya pada tahun 1968.

Nissan Silvia S10 (1975-1979)


Setelah generasi Silvia CSP311, kini Nissan Silvia hadir dengan menggunakan S-Platform. Bernama Nissan Silvia S10, mobil ini dibekali 2 pilihan mesin 1.8 L18 SOHC I4 dan 2.0 L20B SOHC I4. Dengan basic mesin yang diambil dari Datsun B210, Silvia S10 tak hanya memiliki tenaga yang buas, namun juga mampu melibas tikungan lebih cepat. Di beberapa negara, Silvia S10 hadir dengan nama Datsun 200SX. Sayang, ketangguhan bermanuver Silvia S10 tak sepopuler rival sesama compact sportcar yang berasal dari Toyota dan Mazda.

Nissan Silvia S110 (1979-1985)

Desain serba kotak yang menjadi tren kala itu membuat gernerasi S-Platform ke-2 ini berubah total dari model sebelumnya. Nissan Silvia S110 memiliki basis yang sama dengan Mazda Cosmo yang merupakan mobil Jepang pertama bermesin rotary. Di Amerika dan Kanada, mobil ini dikenal dengan sebutan Datsun 200SX, sedangkan di Mexico dikenal dengan nama Datsun Sakura.
Silvia S110 tersedia dalam bentuk hardtop coupe 2-doors dan hatchback coupe 3-doors, serta ditawarkan dalam beberapa pilihan mesin baru yang powerfull, antara lain menggunakan Z-series Engine yang dilengkapi teknologi turbocharger dan injeksi. Selain Z-series Engine, pilihan nya adalah FJ-series Engine, seperti yang dipakai Nissan 250RS (BS110) menggunakan mesin 2.4 L DOHC FJ24 I4 dengan karburator Twin Solex. Nissan 250RS sanggup menorehkan prestasi terbaiknya dengan finish posisi ke-2 pada gelaran New Zealand Rally pada rentang tahun 1983 hingga 1985.

Nissan Silvia S12 (1983-1988)

Nissan Silvia S12 hadir dengan gaya ikoniknya yang menggunakan lampu depan flip-flop. Body S-Platform ke-3 (Nissan Silvia seri-4) ini memiliki 3 pilihan model yaitu, coupe (sering disebut notchback), hatchback, dan widebody chassis atau disebut Grandprix (hanya diproduksi 50 unit di dunia). Untuk model hatchback, bentuk Nissan Silvia S12 dan Toyota Corolla AE86 sangatlah mirip. Bahkan S12 terlihat seperti ‘kakaknya’ AE86 karena berukuran lebih besar.

Mesin yang diusung Silvia S12 adalah berkapasitas 1.8 dan 2.0 liter dengan mesin seri CA dan FJ. Kedua mesin tersebut dibekali dengan pilihan teknologi SOHC dan DOHC yang tersaji dengan pilihan mesin turbo juga. Ditahun 1987, Nissan membuat Silvia S12 dengan mesin V6 berkode VG30E untuk pasar Amerika Utara. Mesin yang dibenamkan pada 200SX (sebutan Silvia S12 di Amerika) ini terkenal paling buas diantara mesin Silvia S12 lainnya.

Nissan Silvia S13 (1988-1993)

Mobil Nissan yang memakai S-Platform selanjutnya adalah Nissan Silvia S13. Di Indonesia, Silvia S13 sering kita jumpai di ajang drifting dan digunakan oleh para drifter andal nasional. Nissan menghadirkan Silvia S13 dengan 3 pilihan model, diantaranya adalah coupe, hatcback, dan convertible (muncul pada penghujung dekade). Pada model coupe, Silvia S13 sangat mirip dengan Nissan Cefiro jika dilihat penampakan depannya, sementara model hatchback masih mempertahankan lampu depan flip-flop.

Untuk varian export adalah model hatcback yang menggunakan nama 180SX atau 200SX tergantung besarnya mesin. Untuk Amerika, Silvia S13 yang dipasarkan disebut 240SX karena bermesin 2400cc dan semua bentuk body memiliki lampu depan berjenis retractable. Di Jepang, Silvia S13 Fastback 180SX terus diproduksi setelah varian Silvia S13 Silvia diberhentikan. Model yang unik adalah Sileighty, yaitu Fastback yang menggunakan bagian depan Silvia Coupe dengan lampu depan kotak.


Pada awalnya, Silvia S13 didukung oleh mesin CA18DE dan CA18DET milik Silvia S12 yang ditambahkan intercooler agar lebih bertenaga. Tetapi pada tahun-tahun berikutnya, Nissan membenamkan mesin terbaru kepada Silvia S13 yaitu SR20DE dan SR20DET. Sementara untuk 240SX dibekali mesin KA24DE dan KA24E.

Nissan Silvia S14 (1993-1998)

Melanjutkan kedikdayaan Silvia S13 yang sukses merebut hati penggemar mobil berpenggerak roda belakang, Nissan Silvia S14 hadir dengan penyegaran tampang lebih modern dengan desain lebih membulat. Kemampuan bermanuver serta handling Silvia S14 semakin membaik berkat jarak sumbu roda yang diperpanjang.

Di era Silvia S14, mesin 1.8L sudah di tiadakan. Sementara mesin yang digunakan masih meneruskan kejayaan mesin SR-series Engine milik Silvia S13 namun sudah mengalami pembaharuan dengan penambahan teknologi variable valve timing sistem atau yang disebut VTC. Perubahan lainnya adalah pemakaian Turbo T28, yang berukuran lebih besar. Sementara 240SX untuk pasar Amerika masih mendapat mesin KA24DE yang sama dengan mesin mobil Nissan jenis SUV dan truk.
Tahun 1994, Nissan mengeluarkan Silvia S14 Limited Edition yang digarap oleh tunner pabrikan yang diberi nama Nismo 270R. Nama 270R berasal dari tenaga maksimum yang dapat dihasilkan pada mesinnya yaitu 270 HP. Selain mengubah sektor mesin, 270R mengalami penyegaran tampilan dengan bodykit Nismo. Sayangnya mobil ini hanya diproduksi 50 unit saja di dunia.

Berikutnya adalah garapan tunner dari Autech yang dinamakan Autech K’S MF-T. Versi ini mengalami modifikasi cukup signifikan baik eksterior, interior serta mesin SR20DET yang diracik hingga menembus 245 HP.

Nissan Silvia S15 (1999-2002)


Inilah Nissan Silvia generasi terakhir yang menjadi salah satu idola di film The Fast and the Furious Tokyo Drift. S-Platform pada Silvia S15 berbeda dari sebelumnya dan hanya dijual di Jepang, Australia, Selandia Baru dan Taiwan. Di Taiwan, Silvia S15 dikenal dengan nama AREX Elite 951. 

Untuk mesinnya, Silvia S15 dibekali dengan SR20DET yang kemampuannya lebih ditingkatkan dari SR-series Engine sebelumnya yaitu turbo yang di-upgrade pada ball-bearing dan mampu meningkatkan tenaga hingga 250 HP. Varian lain Silvia S15 menggunakan mesin SR20DE tanpa turbo yang hanya menghasilkan tenaga 165 HP.
Mobil yang kental dengan aura drifting memiliki 2 tipe yang cukup digemari hingga saat ini yaitu Spec-R dan Spec-S. Perbedaan secara umum adalah pada gear box, ukuran rem dan beberapa fitur lainnya. Debut Silvia S15 di dunia racing juga tidak usah dipertanyakan. Beberapa kali kejuaraan drift tingkat dunia dimenangkan oleh varian ini. Tidak hanya drifting, pada balap touring Super GT, Silvia S15 sukses bersanding dengan saudaranya pada kelas GT300 dan GT500, yaitu Nissan Skyline.


Pada tahun 2002 Nissan menghentikan produksi Silvia dikarenakan banyaknya alasan yang terlontar ke masyarakat kala itu, mulai dari tak menguntungkan pihak Nissan hingga ketakutan jika Sivia S15 berebut pasar dengan saudaranya sendiri yaitu 350Z & Infiniti G37.


Teks/edit/foto : /bosmobil-www

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama