Sukses meluncurkan Honda Brio awal bulan lalu, HPM kembali gelar media test drive untuk sebagian wartawan menuju kota Bandung. Ada yang berbeda untuk test drive kali ini. Tak hanya menjajal melibas lintasan tol Cipularang juga bermain di keramaian kota Bandung untuk merasakan sensasi berkendaranya, namun para media juga ditantang untuk merasakan performa serta handling si Baby Jazzy ini dengan melakukan aksi drifting di LANUD Husein Sastranegara - Bandung.
Sedikit kaget tapi juga penasaran, pasalnya Honda Brio memiliki dimensi yang lebih kecil dan yang dipakai merupakan Honda Brio standar namun dengan transmisi manual agar lebih responsif. Setelah diyakinkan oleh kedua pembalap Honda, Rio Saputro dan Alvin Bahar dengan mempraktekkan langsung aksi drifting tandem menggunakan dua Brio standar barulah adrenalin mulai terasa. Lebih lagi Alvin Bahar juga memberikan komentar bahwa "aksi ini tak bisa dilakukan mobil lain dalam kondisi standar," ungkapnya yang memiliki artian cuma Brio yang bisa.
Untuk lebih safety, para pembalap memang sengaja mendampingi para wartawan ketika melakukan aksi fun drifting. Meski cuma sekadar fun drifting, tapi rintangnya cukup menantang, para peserta ditantang merasakan sisi handling dan kegesitan Brio dengan bermenuver 180 dan 360 deratajat melewati beberapa tiang kun yang telah disetting di ruas lintasan bandara Husein.
Sedikit ada rasa khawatir sebelum masuk ke dalam Brio yang akan digunakan untuk meliak-liuk, tapi begitu mendengar instruksi dari pembalap yang mendampingi dan melihat hitungan start dari panitia yang ada tinggal konsentrasi untuk memegang kendali dan persenling. Begitu hitungan selesai dan gas dinjak lebih dalam berbarengan dengan melepas pedal kopling ban depan pun berdecit halus dan Brio langsung melewat. Tenaga yang dikeluarkan dari mesin 1.3L i-VTEC yang diklaim memiliki power sebesar 100 PS ternyata memang cukup responsif, bahkan lebih dari varian matiknya
Begitu mulai melakukan manuver pertama dengan putaran 360 derajat, bantingan stier yang telah dibekali dengan Electric Power Stering begitu terasa bersahabat, ringan pada kecepatan rendah dan tangkas pada kecepatan tinggi. Dukungan radius putar minimum yang hanya 4,5m ternyata cukup membuat Brio cukup lincah ketika beraksi bahkan kaki-kaki yang telah dilengkapi oleh suspensi McPherson Strut dan H-Shape Torsion Beam di bagian belakang juga tetap stabil menjaga kenyamanan meski guncagan tetap terasa ketika berputar membentuk huruf O dengan pedal gas yang terus terinjak.
Pembuktian kehandalan handling Brio juga ditunjukan ketika masuk putaran kedua yang hanya berjarak sekitar 3-5 meter dari putaran pertama. Di sini, dengan ruas yang lebih sempit Brio dipaksa bermanuver 180 derajat dan langsung masuk kedalam sela-sela tiang pembatas.
Begitu kemudi di putar, tuas handbrake langsung diangkat serentak si kecil ini langsung berdecit namun tetap terkendali dengan baik. Begitu tuas diturunkan kaki langsung menekan gas dalam-dalam dan mengeber Brio hingga garis Finish.
Di garis finish yang juga diberikan jarak pengereman, hal ini difungsingkan untuk mengetes jarak pengereman Honda Brio yang telah terinstalasi fitur ABS dan EBD yang mampu mendistribusikan daya pengereman sesuai dengan beban kendaraan agar efektif. Hasilnya rata-rata peserta mampu memberhentikan Brio dengan tepat dan aman.
