Depok - Pesatnya perkembangan kendaraan bermotor di Depok, Jawa Barat, tidak disertai dengan penambahan lebar dan panjang jalan yang proporsional. Akibatnya, kemacetan makin meluas, terutama pada jam-jam sibuk.
Data yang dilansir Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Depok dari tahun 2009-2011 menunjukkan angka kenaikan rata-rata 144%. Angka tersebut adalah jumlah kenaikan kendaraan roda dua (motor) dan roda empat (mobil pribadi, angkot, bus, kendaraan berat).
Tahun 2009, jumlah kendaraan baru di Depok adalah 54.893, naik menjadi 261.133 di tahun 2010, dan 374.466 di 2011.
Kenaikan paling drastis ada di kendaraan roda dua yang sejak tahun 2009-2011 mengalami kenaikan dari 43.595 menjadi 219.644 kemudian 304.772. Rata-rata kenaikan untuk kendaraan roda dua ini adalah 136%.
"Jumlah kendaraan memang tidak sebanding dengan percepatan lebar dan panjang jalan," kata Ari Manggala, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Dinas Perhubungan Kota Depok kepada wartawan kompas, Senin (12/11/2012) kemarin.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Depok untuk mengatasi pesatnya penambahan kendaraan bermotor. Di antaranya pelebaran jalan-jalan protokol, pemberlakuan pajak progresif untuk pemilik kendaraan lebih dari satu, juga melengkapi jalan-jalan dengan sarana dan prasarana yang memadai.
![]() |
| Daerah Margonda titik Rawan macet |
Pantauan Kompas.com, Selasa (13/11/2012), pekerja dari Dinas Perhubungan sedang memasang lampu lalu lintas di Jalan Margonda untuk mengendalikan arus lalu lintas di jalan yang lurus, bukan persimpangan. Sementara di sebelahnya, telah disediakan zebra cross untuk pejalan kaki.
Sampai saat ini, sudah ada empat lampu lalu lintas non persimpangan yang dibangun di Depok. Ke depannya, Pemkot Depok sudah punya rencana mengatasi laju penambahan kendaraan ini.
Di antaranya dengan memberlakukan tarif parkir yang tinggi di jalan-jalan utama, menyediakan fasilitas park and ride yang terintegrasi dengan transportasi publik menuju Jakarta, juga kemungkinan mengupayakan kenaikan down payment untuk kredit kendaraan bermotor, caranya dengan bekerja sama antarinstansi terkait.
"Itu semua butuh waktu. Mengurangi kepadatan kendaraan tidak bisa menjadi tugas Pemkot saja," kata Ari menambahkan.
Data Dinas Perhubugan Kota Depok menunjukkan puncak kendaraan yang melintasi Depok menuju arah Jakarta via Jalan Margonda terjadi pukul 07.00-08.00 WIB. Pada saat itu jumlah jumlah kendaraan sebanyak 4.794 Satuan Mobil Penumpang (SMP) per jam. Sementara puncak kendaraan pada jam pulang kerja terjadi pukul 18.45-19.45 WIByang mencapai 3.339 SMP per jam.
SMP adalah satuan standar untuk mengukur besarnya ruang permukaan jalan yang terpakai oleh setiap pemakai jalan yang beraneka jenis, tergantung dari jenis kendaraan, dimensi, dan kecepatannya.
Pesatnya laju pertumbuhan kendaraan bermotor yang tidak diiringi dengan penambahan lebar dan panjang jalan adalah masalah klasik di kota-kota besar di Indonesia. Ini adalah bukti perencanaan tata ruang kota yang tidak mengantisipasi percepatan jumlah kendaraan.
Akibatnya, penyelesaian kemacetan di kota-kota besar sulit dilaksanakan secara menyeluruh karena masalah yang telah menumpuk.
sumber : kompas
[ komentar ]
sumber : kompas
[ komentar ]
