Halte Busway Pancoran di Tembak


JAKARTA - Halte bus Transjakarta di Tugu Pancoran dan Tebet BKPM Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, dalam waktu yang berdekatan ditembak oleh orang yang tidak dikenal. Penembakan misterius yang terjadi pukul 04.03 WIB tidak menimbulkan korban, hanya kaca pada pintu otomatis pecah. 




Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan pecahnya kaca halte bus Transjakarta diduga karena senapan angin. "Pembakan dua halte itu diketahui, Minggu (11/11), pukul 04.02 WIB, pada Halte Tugu Pancoran dan 04.03 WIB di Tebet, Halte Bus Transjakarta BKPM, Jalan MT Haryono," ujar dia, di Jakarta.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Aswin, menjelaskan pasca terjadinya penembakan misterius dua halte bus Transjakarta di Tugu Pancoran dan di depan kantor BKPM MT Haryono, Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui motif di balik penembakan kedua halte tersebut. 


Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa saksi yang saat kejadian tengah berada di dekat lokasi penembakan, yakni Jasri, 20 tahun, Nicko Hermanto, 24 tahun, Achmad Nur Jaohari, 27 tahun, Muhamad Zaky, 26 tahun, Hasain Muchammad Djauhar, 23 tahun, dan Sudarno, 40 tahun.,

Aswin mengatakan, menurut keterangan sejumlah saksi, pada saat kejadian terdengar suara kaca pecah. Namun, setelah dicek ternyata pecahan itu berasal dari pintu otomatis Halte Tugu Pancoran, yang diduga ditembak dengan senapan angin (air soft gun). "Menurut keterangan saksi mata, Sudarno, 40 tahun, petugas pengamanan Halte Transjakarta, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 04.02 dan keadaan masih sepi," ujar dia.


Beberapa menit kemudian, kata Aswin, penembakan serupa juga terjadi pada Halte Transjakarta BKPM MT Haryono yang terletak pada jalur yang sama, juga mengalami pecah kaca bagian jendela depan yang diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Bersamaan dengan suara ledakan, sempat terlihat sebuah mobil sedan putih yang melintas dari arah Gatot Subroto.

"Menurut sejumlah saksi mata, saat terjadinya letusan itu, mereka melihat kendaraan berjenis sedan berwarna putih yang diduga digunakan pelaku melaju dari arah Gatot Subroto menuju Cawang. Belum diketahui pelakunya. Kami masih menyelidiki motif penembakan ini dan memintai keterangan sejumlah saksi. Polisi juga masih melakukan pengejaran pelaku yang menggunakan sedan putih itu," Aswin. 

Sementara itu, Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Muhammad Akbar, menuturkan, peristiwa perusakan di kedua halte tersebut tidak mengganggu jadwal operasional bus Transjakarta. Sebab peristiwa tersebut hanya mengakibatkan kaca di halte pecah. 

"Butuh sekitar dua pekan untuk mengganti kedua kaca tersebut karena kami masih mengukur dan memesan kaca berjenis temper glass itu kepada pabrik yang memproduksinya. Kerugiannya sekitar 2-3 juta rupiah," tandas dia.


Sebelumnya, sebuah halte busway juga pernah ditembak oleh orang yang tidak dikenal pada Sabtu (4/8), yakni halte Cawang Ciliwung yang berlokasi di depan PT Indomobil, yang ditembak pada pukul 23.10 WIB dan halte Cawang Otista depan Polsek Jatinegara yang ditembak pada pukul 23.15 WIB. Fdl/P-5

sumber : KoranJakarta 

[ KOMENTAR ]
Lebih baru Lebih lama