Mobil Listrik Buatan Orang Depok

Dasep Ahmadi yang beberapa waktu lalu sempat membuat geger Indonesia berkat mobil hasil kreasinya yang dapat dioperasikan dengan sumber tenaga dari listrik akhirnya mulai mendapatkan titik terang. Kalau di Indonesia sendiri ide Ahmadi ini hanya dipandang sebelah mata, hal ini malah berbanding terbalik dengan beberapa negara luar yang justru sangat tertarik dengan mobil listrik tipe Hyundai AtoZ tersebut.



Walaupun sebenarnya produksi masal mobil listrik nasional buatan Dasep tersebut baru akan dilakukan tahun depan, namun ternyata beberapa negara seperti Norwegia, Turki dan India sangat mengharapkan untuk bisa bekerja sama dengan Dasep terkait penjualan yang akan dilakukan di ketiga negara tersebut.
Duta Besar Norwegia bahkan memboyong salah seorang pengusaha dari negaranya untuk sekedar membicarakan tentang niat mereka yang benar-benar serius tersebut. Dan sebagai langkah awal pihak Norwegia menawari Dasep untuk memamerkan mobilnya tersebut di negaranya.
Tidak lupa pihak Norwegia juga menyempatkan diri untuk melakukan test drive terhadap mobil yang diberi nama “Ahmadi” tersebut dan merasa puas dan nyaman.
Dasep juga sudah mempertimbangkan bahwa kelak jika mobilnya sudah bisa dipasarkan maka ia akan mengganti namanya Evina yang merupakan kependekan dari electric vehicle Indonesia.

Lalu apa yang membuat ketiga negara luar tersebut menjadi sangat bersemangat untuk menjalin kerja sama dengan Dase Ahmadi ? Ternyata negara-negara tersebut mengaku tertarik dengan mobil listrik karena dianggap sebagai mobil masa depan yang tidak menggunakan bahan bakar minyak dan tidak akan menimbulkan polusi. Selain itu, mahalnya bahan bakar di negara mereka mendorong untuk mencari alternatif transportasi yang tidak membutuhkan bahan bakar minyak. Dasep mengatakan, di Bangladesh saja harga bahan bakar satu liter lebih dari Rp 10.000. Bandingkan dengan mobil kreasi Dasep yang diperkuat baterai lithium ion sebanyak 36 buah dengan kapasitas baterai yang mencapai 21 kWh yang mampu berjalan hingga sejauh 130 kilometer dengan sekali isi. Pengisian ulang baterai bisa dilakukan di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. Sementara dengan cara sistem cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit pada tegangan 220 V.
Karena banyaknya pesanan dari luar negeri, Dasep mengaku tidak akan semena-mena memasang harga pada mobil ini. tersebut. Ahmadi akan dijual dengan harga bersaing. Sayangnya Dasep enggan menyebutkan angka pasti harga pasarannya. Sebelumnya, Dasep pernah mengatakan pembuatan mobil listrik berwarna hijau tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp 300 juta per unitnya. Biaya tersebut di luar fasilitas mewah seperti pendingin ruangan dan pengeras suara serta radio. Jadi silahkan perkirakan sendiri berapa harga yang akan ditetapkan oleh pria kreatif asli Depok ini kelak.

sumber : inet

[ KOMENTAR ]
Lebih baru Lebih lama