Nama Jaya Spring sudah kesohor di seantero penggemar modifikasi mobil ceper. Seiring berkembangnya modifikasi mobil bergaya ceper, bengkel per yang dikomandoi oleh Mr. Midun ini hampir dipastikan menjadi rujukan bagi komunitas mobil. Sementara untuk nama Jaya Spring, Midun mengharapkan kejayaan dari bengkel yang dipimpinnya.
![]() |
| Bengkel Jaya Spring |
“Spesialisasi kami adalah modifikasi kaki-kaki baik ceper maupun ALTO, tapi kebetulan sebagian besar lebih ke ceper,” tukas Midun. Untuk pengerjaan mobil ceper, jurus dan ramuan yang diterapkan oleh Midun berbeda-beda. “Tergantung roda karena ada yang rata dan lebar, jadi dilihat kondisi juga. Dilihat juga dari kebutuhan, kontes atau harian, kalau kontes ceper banget dan gak bisa buat harian,” ucapnya.
Prioritaskan Keamanan
Keamanan pengendara maupun mobil jadi prioritas bengkel yang berdiri sejak 2008 ini. “Kami hindari pemotogan dan press per, karena akan merusak kadar dari baja per tersebut dan merusak nilai keorisinalitasan,” terang Midun. Efek negatifnya, kadang kala per copot, atau minimal timbul bunyi-bunyi di bagian kaki-kaki. “Belum lagi ada kejadian sudah potong taunya gak berhasil , sayang kan orinya gak bisa dipake lagi,” tambah pria supel ini.
![]() |
| Bengkel Jaya Spring |
Menurut Midun, cara yang aman dan metode yang biasa dipakai adalah melakukan pengkanibalan per dengan yang lebih pendek dari mobil lain. Sementara untuk shockbreaker di-custom pada bagian tertentu untuk mengikuti kondisi per. “Sebenarnya ada per dan shock aftermarket yang sudah pendek, tapi mereka kurang puas, masih mau lebih ceper lagi,” tambahnya.
Untuk mengamankan mobil karena terlalu ceper, Midun merancang suspensi yang sebisa mungkin ayunannya sedikit. “Walaupun sudah pasti tidak nyaman tapi terhindar dari gesrot,” tukas Midun. Soal harga, Jaya Srpring mematoknya cukup relatif tergantung mobil dan tingkat keceperan. Misalnya Honda Jazz dikenakan biaya di kisaran Rp. 1,2 juta sudah termasuk ganti per dan custom shock, untuk Pajero Rp. 1,5 juta, tapi kalau mau pakai per branded bisa dikenakan Rp. 3,5 juta.

