Ledakan Mobil Murah di tengah kemacetan Jakarta?

Toyota dan Daihatsu tengah gentol memasarkan mobil murah hasilnya kolaborasinya, Agya-Ayla. Dua mobil ini memang menjadi pundi-pundi keuntungan baru duo grup Astra.

Mobil Murah Suzuki Karimun Wagon

Baru dua bulan diluncurkan, akhir September lalu, penjualan Agya-Ayla cukup kencang. Bahkan, jatah 30.000 unit hingga 2013 (masing-masing dibagi dua menjadi 15.000 unit untuk Ayla dan Agya) sudah ludes. 
Artinya, calon konsumen yang memesan sekarang kemungkinan baru bisa mendapatkan unitnya tahun depan. Baca juga: Xenia Mulai Disalip Mobil Murah Ayla

Gurihnya penjualan mobil murah rupanya ingin dirasakan Suzuki. Setelah mobilnya, Karimun Wagon R mengantongi sertifikat pemerintah soal Low Cost Green Car (LCGC), mereka tidak mau berlama-lama untuk melempar ke pasar, Minggu kemarin.

Produsen lain yang juga tengah bersiap menjual mobil murahnya adalah Honda. Jika tidak ada masalah, Brio Satya akan dikirim ke konsumen bulan ini, setelah mereka membuka keran pemesanan di Indonesia Internasional Motor Show 2013.

Adapun Nissan dengan mobil Datsun memilih menjualnya pada pertengahan tahun depan. Selain masih harus mengikuti uji sertifikasi LCGC, mereka mengaku ingin menyiapkan layanan bengkel dan dealer, serta uji produksi sementara pabrik baru di kawasan perindustrian Purwakarta, Jawa Barat. Meski Datsun GO dan GO+ baru berstatus diperkenalkan dan belum bisa dipesan. Mereka mengklaim ada sekitar 6.000 orang yang tertarik mobil murah Datsun. Hampir 90 persen mereka pilih GO+ (tipe MPV).

Ledakan Populasi Kendaraan

Derasnya penjualan mobil murah sudah tentu membuat populasi kendaraan roda empat, khususnya di Jakarta dan sekitarnya makin bertambah. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mencatat adanya peningkatan jumlah kendaraan yang melintasi jalanan Jakarta. Hal inilah yang menyebabkan kondisi jalan semakin hari semakin macet parah.

Berdasarkan data yang dimiliki Polda, setiap hari ada 75 ribu pemohon baru yang mengajukan kendaraan untuk wilayah Depok, Tangerang, Bekasi dan DKI dengan dominasi kendaraan roda empat. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo, mengatakan, untuk tahun ini tercatat sudah ada 15 juta kendaraan yang terdaftar.

Kata dia, tercatat ada peningkatan kendaraan selama 3 tahun terakhir, setiap tahun naik 1 juta. Jumlah tersebut tergabung dengan sepeda motor dan mobil. Sambodo menjelaskan, pertumbuhan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan saat ini. Panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26 persen dari luas wilayah DKI.

Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen per tahun. Hal ini juga dinilai tidak sebanding dengan tingginya angka perjalanan yang mencapai 22 juta perharinya.  Sebelumnya, Presiden Direktur GM Indonesia, Michael Dunne ikut memberikan komentar sekaligus memberikan sinyal bermain mobil murah.

Namun, GM dengan brand Chevrolet tidak ingin terburu-buru. Mereka masih melihat seberapa besar perkembangan pasar mobil murah di Indonesia.  Karena menurut Dunne, hadirnya mobil murah membuat populasi kendaraan roda empat bertambah. Kondisi ini, harus diimbangi dengan dukungan pembangunan infrastruktur jalan. 

sumber/edit/vivanews/yf

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama