Kabar
Aston Martin melenggang ke-arena balap bukan cuma isapan jempol
belaka, kini produsen mobil asal Amerika Serikat itu justru sangat
serius memfokuskan untuk menjadi pesaing terberat antara Ferrari dan
Mercedes. Dengan ambisi tersebut mereka pun sukses menculik mantan
ahli mesin di Ferrari.

Ross,
yang pernah bekerja di Ferrari antara tahun 2004 dan 2007, menjadi
mantan personel skuat 'kuda jingkrak' yang kedua di Aston Martin,
setelah sebelumnya ada Luca Marmorini yang baru-baru ini bergabung ke
pabrikan mobil asal Inggris Raya tersebut.
"Saya
telah bekerja penuh waktu dengan Luca untuk membantu kami
mengembangkan konsep mesin," ungkap Palmer kepada
Motorsport.com. Saya juga telah menggaet Joerg Ross. Ia telah bekerja
untuk saya pada pengembangan mesin pembakaran dalam. Ia mantan
personel Formula 1 Ferrari, dan kini akan bekerja untuk proyek F1
kami.
"Jadi
sekarang saya telah memiliki dua orang handal untuk mulai berpikir
tentang konsep kami." Palmer berkata bahwa Marmorini telah
menggarap konsep awal proyek F1 Aston dan berharap pengalamannya di
ajang 'jet darat' dapat membantu Aston dalam jangka panjang. "Luca
baru saja memulai konsep awalnya pada pekan lalu, jadi ini masih dini
sekali," ungkapnya. "Tapi dia orang yang baik, memiliki
banyak pengalaman. Ia tahu apa yang seharusnya kami lakukan, apa yang
tidak boleh kami lakukan, jadi itu akan sangat menghemat waktu."
Mercedes
dan Renault mengisyaratkan bahwa regulasi mesin yang baru nantinya
akan memunculkan persaingan tidak sehat. Sementara kubu Ferrari murka
dan mengancam keluar dari F1. "Saya
terkejut mereka sangat negatif karena selama ini saya melihat mereka
baik-baik saja saat pertemuan," tambah Palmer. "Semua pihak
yang berada di ruang pertemuan itu setuju bahwa olahraga ini dalam
kondisi rusak. Dan kita perlu membawa kembali elemen hiburan. Jadi
yang terpenting adalah aspek pembalap, bukan soal pengelolaan panas
pada mesin."