Dianggap enteng namun fatal. Kinerja pengereman terutama mobil matik yang masih menggunakan rem tromol dibagian belakang menghadapi ratusan kilometer dan medan yang beragam menuju kampung halaman ternyata cukup berat. Contohnya dengan pengalaman saya ketika menuju kota Yogyakarta menggunakan mobil matik berfasilitasi rem tromol belakang.
Menghadapi kurang lebih 560 Km melintas di Lajur Selatan dan terkena imbas macet hingga kurang lebih 7 jam di Kawasan Nagreg sampai Gentong memang melelahkan. Tapi lebih melelahkan kinerja rem yang harus sigap ditekan meladeni turunan dan kelokan curam.
Benar saja, selang beberapa jam kedepan pedal rem lebih terasa enteng alias dalam yang hal hasil membuat sedikit was-was membawanya. "Beruntung masih bisa bertahan hingga tujuan," ujar rekan setelah melihat bongkahan tromol yang per pegas pengaitnya telah lepas dan kanfas yang menipis.
"Maklum mas, turunan curam dan macet pula, pasti sampean lebih sering menginjak rem apalagi mobil matik. Belum lagi medan berlubang yang bergelombang hingga menimbulkan getaran berat pasti membuat isi tromol sedikit tergunjang," ujar Doyo salah satu montir bengkel di jalan raya Klaten, Jawa Tengah.
So, bagi Anda yang ingin melakukan perjalanana jarak jauh memakai mobil matik ada baiknya melakukan cek kondisi rem tromol pada bagian belakang sebelum memulai perjalanan.

