Apakah Anda pernah mendegar dan mengetahui apa itu tune up mobil? Tune up engine adalah proses untuk memperbaiki performa mesin agar kembali optimal seperti sediakala.
Benar sekali, tune up berfokus pada seluruh bagian komponen mesin mobil, bahkan termasuk kondisi sistem pembakaran juga. Untuk lebih jelas mengenal tune up engine, berikut penjelasan mengenai apa itu tune up
Pengertian Tune Up Engine Mobil
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tune up engine adalah proses yang harus dilakukan untuk bisa mendapatkan performa mobil yang tetap maksimal dan terjaga. Tujuan utama dari tune up yakni merawat seluruh kondisi mesin mobil agar tidak ada bagian yang sudah mulai kendur, rusak, atau tidak mampu memberikan performa terbaik.
“Tune up pada mobil adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang wajib kita lakukan sebagai salah satu tindakan rutin guna melakukan perawatan pada mesin agar lebih prima,” demikian yang dikatakan oleh Kepala Bengkel Auto2000 Indramayu, Jawa Barat, Dani Muhammad Sidik.
Tentu saja ketika mobil Anda sudah harus menjalankan proses tune up, berarti memang telah menempuh perjalanan dalam standar kilometer tertentu. Itulah mengapa tune up dianjurkan untuk dilakukan setelah mencapai batas kilometer yang dianjurkan atau maksimal satu tahun sekali. Jangan sampai Anda lupa untuk melakukan tune up mobil secara berkala. Jika didiamkan terus menerus tanpa ada pengecekan, maka performa mobil akan terus menurun.
Lantas apa saja yang dikerjakan pada sebuah mobil yang sedang di-tune up di bengkel? Berikut adalah pekerjaan tune up mobil:
- Pengecekan dan pembersihan filter udara
- Pengecekan dan pembersihan karburator dan throttle body
- Pengecekan celah busi dan pembersihan busi
- Pengecekan baterai/aki
- Pengecekan berbagai fluida
- Moment Roda
Bagian Mesin Mobil yang Dicek Saat Tune Up
Dengan berfokus pada mesin mobil, inilah bagian mana saja yang dicek dan berpotensi diganti dalam proses tune up?
1. Busi
Busi mobil akan diperiksa kondisinya, apakah ada pengikisan, pecah, atau kerusakan. Selanjutnya akan dilihat apakah terlihat muncul api dari celah busi. Jika masih terlihat api yang normal, maka busi cukup dibersihkan dengan bantuan sikat kawat pada bagian sekitar pemantiknya.
2. Saringan Udara
Saringan udara berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu. Dalam proses tune up, saringan udara akan dicek apakah sudah dipenuhi kotoran dan debu atau belum. Jika sudah penuh, maka harus dibersihkan agar tidak mengurangi jumlah pasokan udara ke bagian dalam ruang bakar untuk tetap mempertahankan performa mesin. Kalau sudah tidak mungkin dibersihkan, maka harus diganti dengan yang baru agar mampu mendukung performa terbaik mesin.
3. Aki
Pemeriksaan aki dalam proses tune up dilakukan dengan melihat air aki, elektrolit pada setiap sel, dan penyangga aki yang bisa saja sudah longgar, berkarat, atau rusak. Kalau voltase aki memang sudah melemah, maka sudah waktunya menggantinya dengan aki baru agar tetap mampu menjaga daya kelistrikan mesin dan komponen lainnya dalam mobil.
4. Fan Belt
Fan belt atau tali kipas akan dicek untuk memeriksa ketegangan, kelenturan, keretakan, dan keausannya. Jika ditemukan masalah pada bagian ini, maka sudah seharusnya diganti baru daripada tiba-tiba putus di tengah jalan.
5. Throttle Body
Throttle body adalah bagian penting dalam mesin mobil injeksi. Dalam proses tune up, throttle body akan dibersihkan agar tidak ada kotoran yang menghambat skep dari bagian ini. Jika skep terhalang oleh kotoran, maka pasokan udara ke dalam ruang bakar menjadi kurang optimal sehingga mampu mengurangi responsivitas pedal gas.
Dani mengatakan bahwa waktu yang paling tepat untuk melakukan tune-up mobil adalah saat mobil sudah mencapai kilometer batas maksimal sekali service, seperti minimal mencapai 5000 kilometer pasca melakukan perawatan atau service berkala.
“Saat mobil sudah mencapai lima ribu atau enam ribu kilometer, maka mobil perlu dilakukan tune-up. Selain itu, kita juga bisa melakukan tune-up setiap 3 bulan sekali atau bisa dilakukan bersamaan ketika melakukan service rutin,” ujar Dani.