Baru-baru
ini Aston Martin meluncurkan mobil varian Vantage baru dan siap
mempertahankan gelar GTE-Pro Le Mans 24 Jam di World Endurance
Championship tahun depan. Mobil
generasi kedua Vantage GTE diluncurkan Selasa sore di London (21/11)
bersamaan dengan versi masalnya. Baik mobil pabrikan dan balap
sama-sama akan dibekali mesin Mercedes-AMG 4 liter twin -turbo dan
terbuat dari sasis aluminium.
Pengembangan
pengganti Vantage saat ini, diperkenalkan 2008, dimulai pada Februari
2016 dengan pembuatan mobil pertama dilakukan Mei tahun ini dan
melakukan pengetesan pada bulan Agustus tahun depan (2018).
“Kami berkolaborasi erat dengan markas besar Aston Martin di Gaydon untuk
mengembangkan mobil produksi dan balap secara bersamaan” sebut Dan
Sayer, direktur teknis AMR. “Perhatian terhadap detail merupakan
prioritas pada setiap langkah proses ini dan kami membuat perbaikan
besar-besaran pada semua area mobil.”
“Kami
menghabiskan setiap detik untuk mengoptimalisasi desain, sampai
membuat mobil tes kami, dimana hasilnya berbuah saat jadwal
pengetesan.” Sepertinya,
AMR bakal beralih ke ban Michelin untuk WEC ‘superseason’ 2018/19
setelah dua tahun bersama Dunlop dan juga telah berhasil memenangkan
gelar pebalap dan tim di WEC 2016 dan Le Mans tahun ini.
Vantage GTE
melakukan tes pertama dengan Michelin seminggu setelah seri WEC
Shanghai awal bulan ini. Mobil
telah melakukan tes sejauh 13 ribu km, termasuk dua simulasi 30 jam
dan sesi ketahanan di Sebring. Darren Turner, pembalap AMR
menjelaskan bahwa Vantage baru “langsung terasa kuat” begitu
dikemudikan.
“Tidak
seperti mobil baru keluar pabrik begitu saya berada dibalik kemudi,”
ucapnya. “Saya pikir, wow, kami sudah berada di tahapan ini dan
hanya baru pada sesi shakedown. Kami memiliki program memiliki start
positif.”



