Setelah ditelusuri apa yang
mengakibatkan batalnya Sentul dibatalkan untuk menjadi tuan rumah kejuaraan F4
balapan Formula 4 South East Asia disebabkan karena adanya permasalahan
logistik.
Sebelumnya, Sirkuit
internasional Sentul di Indonesia awalnya dijadwalkan untuk menjadi tuan rumah
dari ronde ketiga dari kejuaraan F4 SEA musim 2017.

Diketahui juga, bahwa
Sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut telah menjadi tuan rumah berbagai event
motorsport kelas dunia sejak pertama kali dibuka pada 1993. Tahun lalu, sirkuit
tersebut menjadi tuan rumah event ketiga yang populer dari musim pertama
kejuaraan F4 SEA.
Namun karena masalah
logistik, ajang tersebut sepertinya akan dibatalkan. Dan hal tersebut menjadi
sebuah keputusan yang amat disayangkan karena beberapa pebalap asal Indonesia -
diantaranya Juara tahun 2016, Presley Martono, Perdana Minang, serta Kezia dan
Keanon Santoso - tidak dapat tampil di depan pendukungnya di tanah air.

"Sangat menyedihkan
kejuaraan tidak akan membalap di Sentul. Meskipun, dalam dunia motorsport
kesulitan pengiriman yang tidak terduga dan perubahan jadwal terkadang tidak
bisa dihindari," ujar Presley, yang menjadi juara umum pada musim 2016. Penggagas F4 SEA, Peter
Thompson, juga tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah harus mengubah
jadwal kejuaraan akibat kejadian ini.

"Sentul sangatlah
penting karena Indonesia memiliki pasar pembalap yang kuat, dan kami memenangi
gelar pertama kami 1996 silam. Kami bersenang-senang tahun lalu ketika pembalap
lokal, Presley Martono, memenangi gelar di sana.

"Kejuaraan akan
mengumumkan tempat dan jadwal baru yang menarik pada beberapa hari ke depan.
Kami mungkin membalap di Buriram, Thailand, pada awal Desember sebagai tambahan
dari balapan keempat yang dijadwalkan pertengahan Januari 2018," tutup
Thompson.